Selasa, 27 Maret 2012

alat mekanisasi pengolahan tanah pertama

 

A.      Kegiatan Pengolahan Tanah
Dalam kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan, kegiatan pengolahan tanah dibagi dua :
a.       Pengolahan tanah pertama (primary tillage)
pada pengolahan tanah pertama ini tanah di belah kemudian diangkat secara miring sehingga terbalik, membuat sisa-sisa tanaman yang terdapat dipermukaan menjadi didalam tanah (terbenam) dalamnya pembalikan dan pembelahan biasanya < 16 cm pada Pada umumnya hasil pengolahan tanah masih berupa bongkahbongkah
tanah yang cukup besar, karena pada tahap pengolahan tanah ini
penggemburan tanah belum dapat dilakukan dengan efektif.
b.      Pengolahan tanah kedua (secondary tillage)
Pada pengolahan tanah kedua, pecahan-peahan tanah yang terbentuk dan sisa-sisa tanaman yang telah dibalik tadi pada pengolahan tanah pertama akan dihancurkan menjadi lebih halus dan sekaligus sehingga akan tercampur di dalam tanah.
Dengan pengolahan ini tanah tadi telah dapat digunakan dalam pembentukan bedeng, perataan dan keadaan siap tanam pada tanaman.


C. Alat Dan Mesin Pengolah Tanah Pertama (Primary tillage)
Macam-macam alat dan mesin pengolahan tanah pertama (primary tillage equipment) :
1.      Cangkul
Cangkul merupakan peralatan tradisional pengolahan tanah, cangkul digunakan untuk membalik dan memecahan tanah, keuntungan dari ini adalah dapat digunakan pada tempat yang sulit atau sempit yang tidak bisa dilakukan oleh alat berat traktor berbajak dan pada tempat yang bersudut miring. Cangkul ini dapat berguna sebagai pembentuk aerasi tanah dan menahan penguapan air.  Pada umumnya cangkul pada tangkainya terbuat dari besi dan kayu. Sudut tangkainya dibuat antara 50-70 derajat dengan mata cankul yang tajam. Lubang pada daun cangkul dibuat tidak bulat tetapi persegi empat.

2.      Bajak
Peralatan ini digunakan untuk melakukan kegiatan pengolahan tanah pertama. Peralatan pengolahan tanah ini biasanya berupa bajak (plow) dengan jenis yang bermacam-macam yang ditarik oleh traktor atau hewan. merupakan sebuah alat di bidang pertanian yang digunakan untuk menggemburkan tanah sebelum melakukan penanaman dan penaburan benih, juga merupakan salah satu alat paling sederhana dan berguna dalam sejarah.
Pada awal masa pertanian mulai berkembang, manusia hanya menggunakan sekop. Adalah mudah bagi penduduk yang tinggal di daerah yang sangat subur seperti di tepi sungai Nil, di mana banjir tahunan selalu memperbaharui tanah di daerah tersebut. Tetapi, untuk secara teratur bercocok-tanam di daerah yang kurang subur, tanah harus digemburkan terlebih dahulu agar setelahnya dapat membuat alur untuk menabur benih. Tujuan utama dari membajak adalah untuk membawa tanah bagian dalam yang subur ke permukaan. Bajak biasanya ditarik oleh seekor sapi. Walau demikian, di beberapa daerah, bajak ditarik oleh kuda. Sedangkan, di negara-negara maju, dipergunakan tenaga uap.
Saat ini bentuk bajak sangat bermacam-macam hal ini tergantung pada peralatan yang digunakan khusus yang sesuai antara tujuan pengolahan tanah tersebut. Berdasarkan bentuk dan kegunaannya, secara garis besar bajak dibedakan atas beberapa jenis, yaitu:
1. Bajak singkal (mold board plow)
Bajak singkal termasuk bajak yang paling tua. Di Indonesia bajak singkal inilah yang paling sering digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah, dengan tenaga ternak hela sapi atau kerbau sebagai sumber daya penariknya.

           Secara umum bajak singkal dibedakan atas 2 jenis, yaitu bajak singkal satu arah (one-way moldboard plow) dan bajak singkal dua arah (two-way moldboard plow). Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya pada satu arah saja. Sedangkan bajak singkal 2 arah pada waktu mengolah tanah arah pelemparan atau pembalikan tanah dapat diatur 2 arah, yaitu ke kanan dan ke kiri. Bagian-bagian utama dari bajak singkal yang aktif mengolah tanah adalah pisau bajak (share), singkal (moldboard) dan penstabil bajak (landside).
 


2. Bajak piringan (disk plow)
a.       Keunggulan  :
Cocok pada tanah yang lengket, tidak mengikis dan kering dimana bajak singkal tidak dapat masuk pada tanah berbatu, atau banyak sisa-sisa akar, tanah gambut, serta untuk pembajakan tanah yang berat. Namun penggunaan bajak piringan ini untuk pengolahan tanah ada
b.      juga kelemahannya antara lain:
tidak dapat menutup seresah dengan baik bekas pembajakan tidak dapat betul-betul rata; hasil pengolahan tanahnya  masih berbongkah-bongkah, tetapi untuk lahan yang erosinya besar hal ini justru dianggap menguntungkan.
3. Bajak rotari atau bajak putar (rotary plow)
Pengolahan tanah dengan bajak akan menghasilkan bongkahan-bongkahan yang besar, sehingga biasanya masih diperlukan tambahan pengerjaan untuk memperoleh keadaan tanah yang lebih halus lagi. Untuk mengatasi lengketnya tanah pada pisau maka dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah pisau dan mempercepat putaran pada rotor dan memperlambat gerakan maju. Makin cepat perputaran rotor akan lebih banyak daya yang digunakan, namun akan diperoleh hasil penggemburan yang lebih halus. Rotari memiliki bagian-bagian yang sangat penting, yaitu : pisau, poros putar, rotor, penutup belakang (rear shield) dan roda dukung (land wheel). Pisau berfungsi untuk mencacah tanah pada waktu pengolahan tanah dengan bajak putar, pisau-pisau potong biasanya dipasang pada poros yang digerakkan horisontal yang bekerja dengan 300 putaran per menit. Rotor berfungsi sebagai tempat pemasangan pisau-pisau dari bajak putar. Rear shield berfungsi untuk membantu penghancuran tanah, adanya penutup belakang ini memungkinkan tanah lebih hancur karena tanah yang terlempar dari pisau terbentur pada penutup. Land wheel berfungsi untuk mengatur kedalaman pengolahan tanah.
Prinsip kerja dari rotary ini adalah : pisau-pisau dipasang pada rotor secara melingkar sehingga beban terhadap mesin merata dan dapat memotong tanah secara bertahap. Sewaktu rotor berputar dan alat bergerak maju maka pisau akan memotong tanah. Luas tanah yang terpotong dalam sekali pemotongan tergantung pada kedalaman dan kecepatan bergerak maju. Gerakan putaran rotor-rotor (pisau-pisau) diakibatkan daya dari rotor yang diteruskan melalui sistem penerusan daya khusus sampai ke rotor tersebut.
4. Bajak pahat (chisel plow)
Dalam pengolahan tanah, bajak pahat berfungsi untuk merobek dan menembus tanah dengan menggunakan alat yang menyerupai pahat atau ujung sekop sempit yang disebut mata pahat atau chisel point. Mata pahat ini terletak pada ujung tangkai atau batang yang disebut bar.
Adapun fungsi dari baja pahat adalah untuk memecahkan tanah yang keras dan kering, dan ini biasanya dilakukan sebelum pembajakan untuk tanah tertentu, digunakan untuk pengerjaan pada tanah bawah, dipergunakan pada tanah yang berjerami dan untuk menutup sisa-sisa perakaran yang berada dalam tanah dan juga berfungsi untuk memperbaiki infiltrasi air pada tanah sehingga dapat mengurangi erosi. Pada dasarnya bajak pahat ini dipakai untuk pembajakan dangkal maupun pembajakan dalam sampai kedalaman 45 cm atau lebih tergantung pada keperluan dan jenis mata pahatnya. Jenis dan lebar alat bervariasi tergantung dari keperluan dan sumber daya penariknya.
Beberapa fungsi dari bajak pahat tidak sama dengan fungsi bajak singkal maupun
bajak piringan. Fungsi bajak pahat adalah:
1. digunakan untuk memecahkan  yang keras dan kering, ini biasa dilakukan sebelum pembajakan untuk tanah tertentu.
2. dapat digunakan untuk pengerjaan praktis pada tanah bawah
3. dipergunakan pada tanah yang berjerami, dan dipergunakan untuk memotong sisa-sisa perakaran yang berada dalam tanah.
4. dapat digunakan untuk menghancurkan lapisan keras (hardpan) atau plow sole.
5. memperbaiki infiltrasi air pada tanah, sehingga dapat mengurangi erosi.


5. Bajak tanah bawah (sub soil plow)
Bajak tanah bawah ini dapat dikategorikan dalam jenis bajak pahat tetapi dengan konstruksi yang lebih berat. Fungsinya tidak banyak berbeda dengan bajak pahat, namun dipergunakan untuk pengerjaan tanah dengan kedalaman yang lebih dalam, yaitu mencapai kedalaman sekitar (50 – 90) cm. Untuk jenis standart tunggal biasanya dipergunakan untuk mengerjakan tanah dengan kedalaman sampai 90 cm, sedang penarikannya menggunakan traktor dengan daya (60 – 85) HP. Kemudian untuk bajak tanah bawah jenis standart dua atau lebih, biasanya dipergunakan untuk pekerjaan yang lebih dangkal.
Kadangkala pada bajak tanah bawah ini di bagian belakangnya dilengkapi dengan alat lain diantaranya:
1. Perlengkapan mole Alat ini digandengkan di belakang bajak tanah bawah. Alat ini berbentuk oval berdiameter (7,5 – 20) cm. Hasilnya akan meninggalkan bekas seperti terowongan. Terowongan ini dimaksudkan untuk perbaikan drainase, kalau keadaan ideal akan tahan sampai 7 tahun.
Perlengkapan pemupukan :
Penggandengan alat ini pada bajak tanah bawah dimaksudkan untuk sekaligus mengadakan pemupukan dengan kedalaman tertentu. Dalam kenyataannya, cara pemupukan dengan sistem ini mendapatkan hasil yang menggembirakan. Jarak alur biasanya 120 cm, tapi jarak ini dapat divariasikan menurut keadaan dan keperluannya.
  
Dengan menggunakan angka kapasitas kerja (Ha/Jam/Hp) dapat ditentukan kapasitas kerja dari suatu traktor yang diketahui tenaga mesinnya. Misalnya terdapat suatu unit traktor tangan dengan tenaga mesinnya 8 HP dan bajaknya adalah bajak rotary. Jika traktor ini mengolah tanah sawah sebanyak 2 kali bajak sampai siap tanam, maka kapasitas kerja (Ha/jam) adalah :
8 Hp x 0,007 Ha/jam Hp = 0,056 Ha/jam
Dalam perhitungannya Bajak yang ditarik traktor atau hewan lebih diunggulkan daripada cangkul dalam skala tertentu :
Bajak (traktor atau hewan) keunggulan :
a.       mempercepat pengolahan tanah secara cepat dalam skala menengah atau besar.
b.      Membutuhkan tenaga kerja yang sedikit.
c.       Dapat mengolah tanah secara tepat dan terukur.
d.      Bekerja menjadi lebih ringan.
Bajak (traktor atau hewan) kelemahan :
a.       Harga yang dibutuhkan begitu besar, tidak efektif dalam pengolahan tanah skala kecil.
b.      Tidak dapat digunakan dalam area sempit, bersudut, dan miring sehingga tetap saja dibutuhkan tenaga manual manusia,
c.       Dibutuhkan perawatan, dan jika ada kerusakan perbaikan mesin yang tidak murah.
Cangkul, keunggulan :
a.       Dapat dilakukan oleh siapa saja
b.      Tidak dibutuhkan biaya besar
c.       Cocok untuk pengolahan tanah skala kecil
d.      Dapat dilakukan pengolahan tanah acak, dan tidak mengganggu tanah lainnya.
e.       Dapat digunakan dalam daerah sempit dan tanah miring.
Cangkul, kelemahan :
a.       Tidak dapat digunakan dalam skala besar.
b.      Dibutuhkan tenaga lebih dalam pengolahan tanah skala besar.
c.       Pengolahan tanah tidak selalu tepat dan teratur.
d.      Waktu pengerjaan lebih lama.
Maka dari itu penggunaan bajak traktor atau hewan lebih dipilih dibandingkan cangkul terlebih dalam cakupan waktu pengerjaan lebih singkat dan ringan.
PENUTUP

a.       Kesimpulan
Bajak merupakan peralatan pengolahan tanah pertama yang penggunaanya ditarik oleh mesin traktor atau hewan, cangkul merupakan peralatan tradisional yang digunakan hanya efektif pada penggunaan skala kecil. Bajak ada bermacam-macam diantaranya bajak singkal, bajak piringan, bajak rotari, bajak pahat yang memiliki keunggulan masing-masing. Bajak oleh traktor lebih diunggulkan karena efisiensi penggunaan pengolahan tanah dalam skala besar. 

sumber :
http://htn-alatpertanian.blogspot.com/
http://www.scribd.com/alat-dan-mesin-pengolahan-tanah.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar